Sebagai seorang desiner interior, dalam mendesain kita harus dapat melihat kedepan agar desain tersebut dapat bertahan untuk beberapa generasi, yang disebut dengan sustainable design.
GOAL S:
- Protect Natural Site
- Use Land Wisely
- Reuse Existing Site & Building
- Reduce Automobile use
PENERAPAN :
- Kedekatan dengan
Publik Transportation
- Mengurangi Polusi dengan Tanaman (Sky Garden, Roof Garden, maupun taman di lahan)
- Ruang utk pejalan kaki
( Pedestrian ) & Bersepeda
( Bicysle Storage )
- Penggunaan Teknologi utk meningkatkan performa bangunan dengan menggunakan alternative
energi.
- Education for
Occupant ( Live Style )
- Green Cleaning / Housekeeping Program
- ISO 14001 utk
kontraktor yg akan mengerjakan
ENERGY & ATMOSPHERE
- Memakai sistem HVAC yang hemat energy
- Tata lampu dengan sistem automatis/lighting
control
- Pemakaian indirect lamp & adjustable lamp
- Memasukan sinar matahari seoptimal mungkin agar siang hari tidak perlu menyalakan lampu.
- Dimungkinkan solar panel untuk menyalakan lampu
- Memakai lampu hemat energy yang bersertifikat greenlabel
PEMANFAATAN POHON & TANAMAN
-Manfaatkan tanaman untuk menetralkan polutan udara
-Tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air yang
banyak saat pemasangan dan pemeliharaan
-Tanaman yang mudah perawatannya
-Tanaman sebagai peneduh bangunan
Efisiensi
Energi &Refrigeran
Konservasi air
Sumber & Siklus
Material
Kualitas
Udara & Kenyamanan Udara
Manajemen
Lingkungan Bangunan
•LIGHT : Ringan dan menggunakan cahaya alami.
•MOVEABLE : Mudah dipindahkan. Perubahan organisasi dan gaya.
•MULTI FUNCTION : Dapat digunakan bermacam-macam fungsi.
•TRANSPARENT : Tembus pandang.
•COLORFUL : Berwarna sebagai Cakra Colour utk Penyembuhan
•ENVIRONMENTAL FRIENDLY : Ramah lingkungan.
GREENSHIP
POTENSI
PENGHEMATAN ENERGI GEDUNG
|
||
BIAYA
|
LANGKAH-LANGKAH
|
POTENSI PENGHEMATAN
|
Biaya Rendah
|
l Perubahan perilaku
l Mengurangi beban gedung dg on/of
scheduling
l Kalibrasi peralatan
|
7% - 11%
|
Biaya Menengah
|
l Mengganti peralatan dengan yg
hemat energi
l Sistem pengaturan otomatis
l Memperbaiki kualitas daya
|
15% - 25%
|
Biaya Tinggi
|
l Mengganti seluruh peralatan
l Menggunakan sistem kogenerasi
l Perhitungan kenyamanan normal
|
25% - 35%
|
EECCHI *) :
INTENSITAS PEMAKAIAN ENERGY GEDUNG- GEDUNG DI
NEGARA TROPIS
| |
BIDANG
|
TINGKAT PEMAKAIAN
|
Sistem tata udara
|
45% - 75%
|
Tata cahaya
|
10% - 20%
|
Lift & Eskalator
|
2% - 7%
|
*) EECCHI
: ENERGY EFFICIENCY &
CONSERVATION
CLEARING HOUSE INDONESIA





Tidak ada komentar:
Posting Komentar