Jumat, 16 Desember 2011

Sahabat



Sahabat…
Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.


Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.


Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.




Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?" Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin."

---

Cerita di atas, bagaimanapun tentu saja lebih mudah dibaca dibanding diterapkan. Begitu mudahnya kita memutuskan sebuah pertemanan 'hanya' karena sakit hati atas sebuah perbuatan atau perkataan yang menurut kita keterlaluan hingga menyakiti hati kita. Sebuah sakit hati lebih perkasa untuk merusak dibanding begitu banyak kebaikan untuk menjaga. Mungkin ini memang bagian dari sifat buruk diri kita.

Karena itu, seseorang pernah memberitahu saya apa yang harus saya lakukan ketika saya sakit hati. Beliau mengatakan ketika sakit hati yang paling penting adalah melihat apakah memang orang yang menyakiti hati kita itu tidak kita sakiti terlebih dahulu. Bukankah sudah menjadi kewajaran sifat orang untuk membalas dendam? Maka sungguh sangat bisa jadi kita telah melukai hatinya terlebih dahulu dan dia menginginkan sakit yang sama seperti yang dia rasakan.

Bisa jadi juga sakit hati kita karena kesalahan kita sendiri yang salah dalam menafsirkan perkataan atau perbuatan teman kita. Bisa jadi kita tersinggung oleh perkataan sahabat kita yang dimaksudkannya sebagai gurauan.

Arti Ayah


For all children

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya pada ayahnya: "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu berguman : "Aku tidak mengerti."

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya : "Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab : "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. "

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."





"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki- laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia dan BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "

"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia dan Akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya. "AKU MENDENGAR dan MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah... 

"With Love to All Father"

JIKA KAMU MENCINTAI Ayah mu, KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI AYAHNYA.

Note: Berbahagialah kita yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuk Ayah kita....


Kamis, 15 Desember 2011

Green Lifestyle


Budayakan
"Green Lifestyle"


The Simple Ways To Do...

1. Pisahkan Sampah Kantor

Taruh keranjang yang terpisah untuk kertas, plastik, kaleng atau gelas. Taruh tempat sampah dekat tempat fotocopy, printer atau tempat yang membutuhkan.


2. Maksimalkan Penggunaan Kertas

Sekedar informasi, kertas adalah salah satu industri besar di dunia yang membutuhkan banyak energi dan air. Setiap tahun orang di dunia membutuhkan berjuta-juta ton kertas, bayangkan berapa pohon yang harus di tebang !!!

Gunakanlah pola "reuse, recycle, dan reduce". Berpikirlah dua kali sebelum kamu memprint pada selembar kertas, gunakanlah pada kedua sisinya. Manfaatkan kertas bekas fotocopy yang tidak terpakai untuk di jilid menjadi noteblock atau untuk kegiatan yang sifatnya internal. Gunakanlah digital files atau softcopy setiap saat.











3. Hemat Tinta Printer

Jika memungkinkan hindari memprint dengan warna, jika anda membutuhkan print warna, maka pilihlah draft mode, belilah catridge yang dapat di daur ulang.



4. Gunakanlah Projector

Pada saat rapat gunakanlah infocus atau projector untuk menyampaikan materi daripada membagikan fotocopy bahan.



5. Gunakan Produk Lokal

Jika memungkinkan dalam berbelanja stationery, belilah produk lokal untuk mengurangi carbon foot print dan juga mendorong berkembangnya local industry.



6. Matikan Komputer Jika Anda Tidak Menggunakannya

Matikan komputer setiap kali anda pergi makan siang. Bayangkan berapa banyak energi yang dapat di hemat jika masing-masing mematikan komputernya paling tidak 1 jam selama waktu makan siang. Setiap kali anda pilang cabut power komputer, walaupun anda telah mematikan komputernya. Selama power masih tersambung ke komputer anda, komputer masih tetap mengkonsumsi listrik.

7. Matikan Lampu Jika Tidak Dibutuhkan

Bekerja mengandalkan atau memanfaatkan semaksimal mungkin natural daylight adalah menjadi harapan kita semua.

8. Aturlah Temperatur Ruangan Anda

Semakin rendah temperatur ruangan anda, semakin besar energi yang dibutuhkan. Aturlah temperatur ruangan anda sesuai dengan kenyamanan anda bekerja karena jika terlalu dingin akan membuat anda merasa tidak nyaman dalam bekerja.

9. Jika memungkinkan, Bekerjalah Dari Rumah

Tanya bos anda jika mungkin satu kali dalam satu minggu, mugkin tidak umum dilakukan disini, tapi di beberapa negara berkembang ini adalah salah satu cara untuk mengurangi konsumsi listrik dan carbon foot print.

10. Gunakan Transportasi Publik

Mengurangi carbon foot print dengan menggunakan public transport, yang menjadi pertimbangan adalah perkembangan fasilitas transportasi di Indonesia masih belum dapat memenuhi tingkat kenyamanan dan kepraktisan atau kemudahan bahkan ketepatan waktu.



(Jangan terlalu dipaksakan untuk yang satu ini)

Dengan kata lain mendorong menggunakan transportasi publik di Indonesia saat ini adalah konyol untuk urusan bisnis.

Melakukan tip-tip diatas dengan konsisten akan memberikan banyak manfaat yang mungkin hasilnya tidak akan dirasakan langsung oleh management office, akan tetapi tips diatas adalah effort kita terhadap "Save Our Earth".






Green Concept

Design with "Green Concept"

Di dalam membuat suatu desain ruang/ interior, sebaiknya seorang desainer menerapkan konsep yang bernama 'Green Concept'. Dimana konsep tersebut terdiri dari :

1. Sustainable Site

Penerapan :
  • Kedekatan dengan publik transport (bus).
  • Mengurangi polusi dengan tanaman (sky garden, roof garden, maupun taman di lahan).
  • Ruang untuk pejalan kaki (pedestrian) dan bersepeda (bicycle storage).
  • Pemanfaatan pohon dan tanaman
  • Memanfaatkan tanaman untuk menetralkan polutan udara.
  • Tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air yang banyak saat pemasangan dan pemeliharaan.
  • Tanaman yang mudah perawatannya.
  • Tanaman sebagai peneduh bangunan.


2. Water Efficiency
  • Water Reduction (Pengurangan dalam pemakaian air)
  • Memakai jenis kloset sistem 3/6 liter flush, shower dengan aliran air rendah, kran yang hemat air.
  • Automation dengan infra merah.
  • Memastikan sistem pemompaan air yang efisien.
  • Harvest rain water (menahan air hujan agar tidak langsung terbuang ke permukaan).
  • Mengelola air hujan atau grey water untuk kepentingan lain seperti menyiram tanaman, flushing, dll.


3. Energy & Atmosphere
  • Memakai sistem HVAC yang hemat energi.
  • Tata lampu dengan sistem otomatis / lighting control
  • Pemakaian indirect lamp & adjustable lamp
  • Memasukan sinar matahari seoptimal mungkin agar siang hari tidak perlu menyalakan lampu.
  • Dimungkinkan solar panel untuk menyalakan lampu.
  • Memakai lampu hemat energi yang bersertifikat green label.


4. Material & Resource
  • Pilih material yang mengurangi pencemaran / pemborosan energi dan tidak merusak lingkungan (Life cycle assessment).
  • Pilih material yang mengandung bahan recycle atau dari bahan yang rapidly renewable.
  • Pilih material lokal / regional yang jaraknya kurang lebih 500 mil.
  • Pilih material yang bersertifikat green label.
  • Terapkan reduse material.
  • Pastikan pada masa konstruksi ada pengelolaan limbah (waste management).


5. Indoor Environmental Quality
  • Memakai material yang tidak mengandung polutan (cat water base, lem formaldehyde free).
  • Menciptakan sistem ventilasi yang memastikan sirkulasi udara baik dan ruang yang nyaman.
  • Kontraktor mempunyai indoor air quality management dalam mengerjakan proyek.
  • Memakai kaca yang dapat mengurangi panas masuk ke dalam ruangan.


6. Innovation In Design
  • Jika ada teknologi yang dipakai untuk meningkatkan performa bangunan seperti : memakai energi alternatif, sistem water efficiency.
  • Education for occupant (Live style).
  • Green cleaning /  housekeeping program.
  • ISO 14001 untuk kontraktor yang akan mengerjakan proyek.





Green Design

Green design save our world




Sebagai seorang desiner interior, dalam mendesain kita harus dapat melihat kedepan agar desain tersebut dapat bertahan untuk beberapa generasi, yang disebut dengan sustainable design.





GOAL S:

-   Protect Natural Site
-   Use Land Wisely
-   Reuse Existing Site & Building
-   Reduce Automobile use





PENERAPAN :

-  Kedekatan  dengan Publik Transportation
-  Mengurangi Polusi dengan Tanaman (Sky Garden, Roof Garden, maupun taman di lahan)
-  Ruang    utk   pejalan    kaki   ( Pedestrian )    & Bersepeda ( Bicysle Storage )
-  Penggunaan Teknologi utk     meningkatkan performa    bangunan  dengan   menggunakan alternative   energi.
-  Education for  Occupant ( Live Style )
-  Green Cleaning / Housekeeping Program
-  ISO 14001 utk kontraktor yg akan mengerjakan


ENERGY & ATMOSPHERE

-  Memakai sistem HVAC yang hemat energy
-  Tata lampu dengan sistem automatis/lighting control
-  Pemakaian indirect lamp & adjustable lamp
-  Memasukan sinar matahari seoptimal mungkin agar siang hari tidak perlu menyalakan lampu.
-  Dimungkinkan solar panel untuk menyalakan lampu
-  Memakai lampu hemat energy yang bersertifikat greenlabel



PEMANFAATAN POHON & TANAMAN

-Manfaatkan tanaman untuk menetralkan polutan udara
-Tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air yang banyak saat pemasangan dan pemeliharaan
-Tanaman yang mudah perawatannya
-Tanaman sebagai peneduh bangunan



Efisiensi Energi &Refrigeran
Konservasi air
Sumber  & Siklus Material
Kualitas Udara & Kenyamanan Udara
Manajemen Lingkungan Bangunan



LIGHT                         : Ringan dan menggunakan cahaya alami.
MOVEABLE               : Mudah dipindahkan. Perubahan organisasi dan gaya.
MULTI FUNCTION   : Dapat digunakan bermacam-macam fungsi.
TRANSPARENT        : Tembus pandang.
COLORFUL                : Berwarna sebagai Cakra Colour utk Penyembuhan
ENVIRONMENTAL FRIENDLY : Ramah lingkungan.






GREENSHIP
POTENSI  PENGHEMATAN  ENERGI  GEDUNG
BIAYA
LANGKAH-LANGKAH
POTENSI PENGHEMATAN
Biaya Rendah
l Perubahan perilaku
l Mengurangi beban  gedung dg on/of  
  scheduling
l Kalibrasi peralatan
7% - 11%
Biaya Menengah
l Mengganti peralatan dengan yg
  hemat energi
l Sistem pengaturan otomatis
l Memperbaiki kualitas daya
15% - 25%
Biaya Tinggi
l Mengganti seluruh peralatan
l Menggunakan sistem kogenerasi
l Perhitungan kenyamanan normal
25% - 35%

EECCHI *)  :  INTENSITAS  PEMAKAIAN  ENERGY GEDUNG- GEDUNG DI NEGARA TROPIS
BIDANG
TINGKAT  PEMAKAIAN
Sistem tata udara
45% - 75%
Tata cahaya
10% - 20%
Lift  &  Eskalator
2% - 7%


*)   EECCHI  :  ENERGY EFFICIENCY & CONSERVATION
     CLEARING HOUSE INDONESIA