Di dalam membuat suatu desain ruang/ interior, sebaiknya
seorang desainer menerapkan konsep yang bernama 'Green Concept'. Dimana konsep
tersebut terdiri dari :
1. Sustainable Site
Penerapan :
- Kedekatan dengan publik transport (bus).
- Mengurangi polusi dengan tanaman (sky garden, roof garden, maupun taman di lahan).
- Ruang untuk pejalan kaki (pedestrian) dan bersepeda (bicycle storage).
- Pemanfaatan pohon dan tanaman
- Memanfaatkan tanaman untuk menetralkan polutan udara.
- Tanaman yang tidak terlalu membutuhkan air yang banyak saat pemasangan dan pemeliharaan.
- Tanaman yang mudah perawatannya.
- Tanaman sebagai peneduh bangunan.
2. Water Efficiency
- Water Reduction (Pengurangan dalam pemakaian air)
- Memakai jenis kloset sistem 3/6 liter flush, shower dengan aliran air rendah, kran yang hemat air.
- Automation dengan infra merah.
- Memastikan sistem pemompaan air yang efisien.
- Harvest rain water (menahan air hujan agar tidak langsung terbuang ke permukaan).
- Mengelola air hujan atau grey water untuk kepentingan lain seperti menyiram tanaman, flushing, dll.
3. Energy & Atmosphere
- Memakai sistem HVAC yang hemat energi.
- Tata lampu dengan sistem otomatis / lighting control
- Pemakaian indirect lamp & adjustable lamp
- Memasukan sinar matahari seoptimal mungkin agar siang hari tidak perlu menyalakan lampu.
- Dimungkinkan solar panel untuk menyalakan lampu.
- Memakai lampu hemat energi yang bersertifikat green label.
4. Material & Resource
- Pilih material yang mengurangi pencemaran / pemborosan energi dan tidak merusak lingkungan (Life cycle assessment).
- Pilih material yang mengandung bahan recycle atau dari bahan yang rapidly renewable.
- Pilih material lokal / regional yang jaraknya kurang lebih 500 mil.
- Pilih material yang bersertifikat green label.
- Terapkan reduse material.
- Pastikan pada masa konstruksi ada pengelolaan limbah (waste management).
5. Indoor Environmental Quality
- Memakai material yang tidak mengandung polutan (cat water base, lem formaldehyde free).
- Menciptakan sistem ventilasi yang memastikan sirkulasi udara baik dan ruang yang nyaman.
- Kontraktor mempunyai indoor air quality management dalam mengerjakan proyek.
- Memakai kaca yang dapat mengurangi panas masuk ke dalam ruangan.
6. Innovation In Design
- Jika ada teknologi yang dipakai untuk meningkatkan performa bangunan seperti : memakai energi alternatif, sistem water efficiency.
- Education for occupant (Live style).
- Green cleaning / housekeeping program.
- ISO 14001 untuk kontraktor yang akan mengerjakan proyek.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar